TUGAS ILMU
SOSIAL DASAR
KELOMPOK
I
BAB
8,9,10
KELAS: 1KA19 SALEMBA
UNIVERSITAS
GUNADARMA
Nama :
Maria Febrianti Gaso Badeoda
Npm :
18116098
Nama : Nurul
Tania Rantetana
Npm :15116637
Nama : Gilbert Kevin Dion
Npm : 13116048
Npm : 13116048
Nama : Nurma Hermawan
Npm : 15116590
Nama : Jeremy Felix
Npm :
13116703
BAB 8 Pertentangan Sosial dan
Integrasi Masyarakat
Ø
Jelaskan perbedaan
kepentingan
Kepentingan merupakan dasar dari timbulnya tingkah laku individu. Individu
bertingkah laku karena adanya dorongan untuk memenuhi kepentingannya.
Kepentingan ini sifatnya esensial bagi kelangsungan hidup individu itu sendiri,
jika individu berhasil memenuhi kepentingannya, maka ia akan merasakan kepuasan
dan sebaliknya kegagalan dalam memenuhi kepentingan akan menimbilkan masalah
baik bagi dirinya maupun bagi lingkungannya.Dengan berpegang prinsip bahwa tingkah laku individu merupakan cara atau alat dalam memenuhi kebutuhannya, maka kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh individu dalam masyarakat pada hakikatnya merupakan kepuasan pemenuhan dari kepentingan tersebut.
Oleh karena individu mengandung arti bahwa tidak ada dua orang yang sama persis dalam aspek-aspek pribadinya, baik jasmani maupun rohani, maka dengan sendirinya timbul perbedaan individu dalam hal kepentingannya.
Perbedaan kepentingan itu antara lain berupa :
1. kepentingan individu untuk memperoleh kasih sayang
2. kepentingan individu untuk memperoleh harga diri
3. kepentingan individu untuk memperoleh penghargaan yang sama
4. kepentingan individu untuk memperoleh prestasi dan posisi
5. kepentingan individu untuk dibutuhkan orang lain
6. kepentingan individu untuk memperoleh kedudukan di dalam kelompoknya
7. kepentingan individu untuk memperoleh rasa aman dan perlindungan diri
8. kepentingan individu untuk memperoleh kemerdekaan diri.
Kenyataan-kenyataan seperti itu menunjukkan ketidakmampuan suatu ideologi mewujudkan idealisme yang akhirnya akan melahirkan kondisi disintegrasi atau konflik. Permasalahan utama dalam tinjauan konflik ini adalah adanya jarak yang terlalu besar antara harapan dengan kenyataan pelaksanaan dan hasilnya kenyataan itu disebabkan oleh sudut pandang yang berbeda antara pemerintah atau penguasa sebagai pemegang kendali ideologi dengan berbagai kelompok kepentingan sebagai sub-sub ideologi.
Perbedaan kepentingan ini tidak secara langsung menyebabkan terjadinya konflik tetapi mengenal beberapa fase yaitu:
1. fase disorganisasi yang terjadi karena kesalahpahaman.
2. fase dis-integrasi yaitu pernyataan tidak setuju.
fase dis-integrasi ini memiliki tahapan (Menurut Walter W. Martin dkk):
• ketidaksepahaman anggota kelompok tentang tujuan yang dicapai.
• norma sosial tidak membantu dalam mencapai tujuan yang disepakati.
• norma yang telah dihayati bertentangan satu sama lain.
• sanksi sudah menjadi lemah
• tindakan anggota masyarakat sudah bertentangan dengan norma kelompok.
Sumber :
http://fradhika-virgantara.blogspot.com/2010/11/perbedaan-kepentingan.html
http://maretapuspitasari93.blogspot.com/2011/11/bab-9-prasangka-diskriminasi.html
Ø
Jelaskan tentang diskriminasi dan ethosentris
Diskriminasi merujuk kepada pelayanan yang tidak
adil terhadap individu tertentu, di mana layanan ini dibuat berdasarkan karakteristik
yang diwakili oleh individu tersebut. Diskriminasi merupakan suatu kejadian
yang biasa dijumpai dalam masyarakat manusia, ini disebabkan karena
kecenderungan manusian untuk membeda-bedakan yang lain.Ketika seseorang diperlakukan secara tidak adil karena karakteristik suku, antargolongan, kelamin, ras, agama dan kepercayaan, aliran politik, kondisi fisik atau karateristik lain yang diduga merupakan dasar dari tindakan diskriminasi.
Diskriminasi langsung, terjadi saat hukum, peraturan atau kebijakan jelas-jelas menyebutkan karakteristik tertentu, seperti jenis kelamin, ras, dan sebagainya, dan menghambat adanya peluang yang sama.
Diskriminasi tidak langsung, terjadi saat peraturan yang bersifat netral menjadi diskriminatif saat diterapkan di lapangan.Diskriminasi ditempat kerja
Diskriminasi dapat terjadi dalam berbagai macam bentuk:
dari struktur upah,
cara penerimaan karyawan,
strategi yang diterapkan dalam kenaikan jabatan, atau
kondisi kerja secara umum yang bersifat diskriminatif.
Diskriminasi di tempat kerja berarti mencegah seseorang memenuhi aspirasi profesional dan pribadinya tanpa mengindahkan prestasi yang dimilikinya.
Teori statistik diskriminasi berdasar pada pendapat bahwa perusahaan tidak dapat mengontrol produktivitas pekerja secara individual. Alhasil, pengusaha cenderung menyandarkan diri pada karakteristik-karakteristik kasat mata, seperti ras atau jenis kelamin, sebagai indikator produktivitas, seringkali diasumsikan anggota dari kelompok tertentu memiliki tingkat produktivitas lebih rendah.
Etnosentrisme cenderung memandang rendah orang-orang yang dianggap asing, etnosentrisme memandang dan mengukur budaya asing dengan budayanya sendiri. “ ( The Random House Dictionary ).
Ada satu suku Eskimo yang menyebut diri mereka suku Inuit yang berarti “penduduk sejati” [Herbert, 1973, hal.2]. Sumner menyebutkan pandangan ini sebagai etnosentrisme, yang secara formal didefinisikan sebagai “pandangan bahwa kelompoknya sendiri” adalah pusat segalanya dan semua kelompok lain dibandingkan dan dinilai sesuai dengan standar kelompok tadi [Sumner, 1906, hal.13]. Secara kurang formal etnosentrisme adalah kebiasaan setiap kelompok untuk menganggap kebudayaan kelompoknya sebagai kebudayaan yang paling baik.
Etnosentrisme terjadi jika masing-masing budaya bersikukuh dengan identitasnya, menolak bercampur dengan kebudayaan lain. Porter dan Samovar mendefinisikan etnosentrisme seraya menuturkan, “Sumber utama perbedaan budaya dalam sikap adalah etnosentrisme, yaitu kecenderungan memandang orang lain secara tidak sadar dengan menggunakan kelompok kita sendiri dan kebiasaan kita sendiri sebagai kriteria untuk penilaian. Makin besar kesamaan kita dengan mereka, makin dekat mereka dengan kita; makin besar ketidaksamaan, makin jauh mereka dari kita. Kita cenderung melihat kelompok kita, negeri kita, budaya kita sendiri, sebagai yang paling baik, sebagai yang paling bermoral.”
Etnosentrisme membuat kebudayaan kita sebagai patokan untuk mengukur baik-buruknya kebudayaan lain dalam proporsi kemiripannya dengan budaya kita. Ini dinyatakaan dalam ungkapan : “orang-orang terpilih”, “progresif”, “ras yang unggul”, dan sebagainya. Biasanya kita cepat mengenali sifat etnosentris pada orang lain dan lambat mengenalinya pada diri sendiri.
Sebagian besar, meskipun tidak semuanya, kelompok dalam suatu masyarakat bersifat etnosentrisme. Semua kelompok merangsang pertumbuhan etnosentrisme, tetapi tidak semua anggota kelompok sama etnosentris. Sebagian dari kita adalah sangat etnosentris untuk mengimbangi kekurangan-kekurangan kita sendiri. Kadang-kadang dipercaya bahwa ilmu sosial telah membentuk kaitan erat antara pola kepribadian dan etnosentrisme.
Kecenderungan etnosentrisme berkaitan erat dengan kemampuan belajar dan berprestasi. Dalam buku The Authoritarian Personality, Adorno (1950) menemukan bahwa orang-orang etnosentris cenderung kurang terpelajar, kurang bergaul, dan pemeluk agama yang fanatik. Dalam pendekatan ini, etnosentrisme didefinisikan terutama sebagai kesetiaan yang kuat dan tanpa kritik pada kelompok etnis atau bangsa sendiri disertai prasangka terhadap kelompok etnis dan bangsa lain. Yang artinya orang yang etnosentris susah berasimilasi dengan bangsa lain, bahkan dalam proses belajar-mengajar.
Etnosentrisme akan terus marak apabila pemiliknya tidak mampu melihat human encounter sebagai peluang untuk saling belajar dan meningkatkan kecerdasan, yang selanjutnya bermuara pada prestasi. Sebaliknya, kelompok etnis yang mampu menggunakan perjumpaan mereka dengan kelompok-kelompok lain dengan sebaik-baiknya, di mana pun tempat terjadinya, justru akan makin meninggalkan etnosentrisme. Kelompok semacam itu mampu berprestasi dan menatap masa depan dengan cerah.
Etnosentrisme mungkin memiliki daya tarik karena faham tersebut mengukuhkan kembali “keanggotaan” seseorang dalam kelompok sambil memberikan penjelasan sederhana yang cukup menyenangkan tentang gejala sosial yang pelik. Kalangan kolot, yang terasing dari masyarakat, yang kurang berpendidikan, dan yang secara politis konservatif bisa saja bersikap etnosentris, tetapi juga kaum muda, kaum yang berpendidikan baik, yang bepergian jauh, yang berhaluan politik “kiri” dan yang kaya [Ray, 1971; Wilson et al, 1976]. Masih dapat diperdebatkan apakah ada suatu variasi yang signifikan, berdasarkan latar belakang sosial atau jenis kepribadian, dalam kadar etnosentris seseorang.
Sumber :
http://shatriacesarya.wordpress.com/2010/12/26/prasangka-diskriminasi-dan-etnosentrisme/
Ø
Jelaskan pertentangan
dan ketegangan dalam masyarakat
Konflik mengandung pengertian tingkah laku yang lebih luas daripada yang
biasa dibayangkan orang dengan mengartikannya sebagai pertentangan yang kasar
atau perang. Dalam hal ini terdapat tiga elemen dasar yang merupakan ciri dari
situasi konflik, yaitu :terdapat dua atau lebih unit-unit atau bagian yang terlibat dalam konflik.
Unit-unit tersebut mempunyai perbedaan-perbedaan yang tajam dalam kebutuhan, tujuan, masalah, sikap, maupun gagasan-gagasan.
Terdapat interaksi diantara bagian-bagian yang mempunyai perbedaan tersebut.
Konflik merupakan suatu tingkah laku yang dibedakan dengan emosi-emosi tertentu yang sering dihubungkan dengan kebencian atau permusuhan, konflik dapat terjadi pada lingkungan :
a. pada taraf di dalam diri seseorang, konflik menunjuk adanya pertentangan, ketidakpastian atau emosi dan dorongan yang antagonistic dalam diri seseorang.
b. pada taraf kelompok, konflik ditimbulkan dari konflik yang terjadi dalam diri individu, dari perbedaan pada para anggota kelompok dalam tujuan, nilai-nilai dan norma, motivasi untuk menjadi anggota kelompok, serta minat mereka.
c.pada taraf masyarakat, konflik juga bersumber pada perbedaan antara nilai-nilai dan norma-norma kelompok dengan nilai-nilai dan norma-norma dimana kelompok yang bersangkutan berada.
Sumber :
http://shatriacesarya.wordpress.com/2010/12/26/prasangka-diskriminasi-dan-etnosentrisme/
Ø
Sebutkan
golongan-golongan yg berbeda dan integrasi sosial
Masyarakat Majemuk dan National Indonesia terdiri dari :Masyarakat Indonesia digolongkan sebagai masyarakat majemuk yang terdiri dari berbagai suku bangsa dan golongan sosial yang dipersatukan oleh kesatuan nasional yang berwujudkan Negara Indonesia. Aspek-aspek dari kemasyarakatan :
1.Suku bangsa dan kebudayaannya.
2. Agama
3. Bahasa
4. Nasional Indonesia.
Sumber:
http://adityasutrisnakarisoh.blogspot.com/2010_12_01_archive.html
Ø
Jelaskan tentang
integrasi nasional
Integritas Nasional identik dengan integritas bangsa yang mempunyai
pengertian suatu proses penyatuan atau pembauran berbagai aspek sosial budaya
ke dalam kesatuan wilayah dan pembentukan identitas nasional atau bangsa (Kamus
Besar Bahasa Indonesia, 1989) yang harus dapat menjamin terwujudnya
keselarasan, keserasian dan keseimbangan dalam mencapai tujuan bersama sebagai
suatu bangsa. Integritas nasional sebagai suatu konsep dalam kaitan dengan
wawasan kebangsaan dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia berlandaskan pada
aliran pemikiran/paham integralistik yang dicetuskan oleh G.W.F. Hegl
(1770-1831).Pengertian ini berhubungan dengan paham idealisme untuk mengenal dan memahami sesuatu harus dicari kaitannya satu dengan yang lain. Dan untuk mengenal manusia harus dikaitkan dengan masyarakat di sekitarnya dan untuk mengenal suatu masyarakat harus dicari kaitannya dengan proses sejarah.
Istilah Integritas Nasional terdiri dari dua kata yaitu “Integritas” dan “Nasional”. Istilah “integritas” mempunyai arti “mutu, sifat, atau keadaan yang menunjukkan kesatuan yang utuh sehingga memiliki potensi dan kemampuan yang memancarkan kewibawaan” (Kamus Lengkap Bahasa Indonesia, 2005), sedangkan istilah “nasional” mempunyai arti kebangsaan, bersifat bangsa sendiri yang meliputi suatu bangsa (Kamus Besar Bahasa Indonesia, 1989), berupa adat istiadat, suku, warna kulit, keturunan, agama, budaya, wilayah/daerah. Integritas nasional wujud keutuhan prinsip moral dan etika bangsa Indonesia dalam kehidupan bernegara (Kamus Lengkap Bahasa Indonesia, 2008).
Setelah pengertian integrasi kita dikupas di atas, maka disintegrasi bangsa dapat dikatakan lawan arti dari integrasi bangsa. Disintegrasi bangsa sangat membahayakan keberadaan Negara ini dalam percaturan kehidupan bernegara di dunia. Dapat diartikan pula kondisi pecahnya kesatuan dan persatuan bangsa kita. Persatuan dan kesatuan ini dapat dilihat dalam kontek kewilayahan maupun kebangsaan yang meliputi kesatuan ekonomi, politik, social budaya, ideology dan pertahanan keamanan.
BAB 9 Ilmu Pengetahuan Teknologi dan Kemiskinan
Ø Ilmu Pengetahuan
·
Pengertian Ilmu Pengetahuan :
Secara
umum, Pengertian ilmu pengetahuan adalah suatu sistem berbagai
pengetahuan yang didapatkan dari hasil pemeriksaan-pemeriksaan yang dilakukan
secara teliti dengan menggunakan metode-metode tertentu. Secara etimologi, ilmu
berasal dari bahasa arab dari kata ilm yang berarti memahami, mengerti,
atau mengetahuai. Jadi dapat artikan bahwa ilmu pengethuan adalah memahami
suatu pengetahuan.
Pengertian Ilmu adalah
seluruh usaha sadar untuk menyelidiki, menemukan dan meningkatkan pemahaman
manusia dari berbagai segi kenyataan alam manusia. Sedangkan Pengertian Pengetahuan
adalah informasi yang telah diproses dan diorganisasikan untuk memperoleh
pemahaman, pembelajaran dan pengalaman yang terakumulasi sehingga bisa
diaplikasikan ke dalam masalah/proses bisnis tertentu.
http://www.artikelsiana.com/2015/08/pengertian-ilmu-pengetahuan-fungsi.html
·
4 Hal Sikap Yang Ilmiah
1. Jujur
Jujur
adalah sikap atau sifat seseorang yang menyatakan sesuatu degan
sesungguhnya dan apa adanya, tidak di tambahi ataupun tidak
dikurangi. Sifat jujur ini harus dimiliki oleh setiap manusia, karena sifat dan
sikap ini merupakan prinsip dasar dari cerminan akhlak seseorang. Jujur juga
dapat menjadi cerminan dari kepribadian seseorang bahkan kepribadian bangsa.
Oleh sebab itulah kejujuran bernilai tinggi dalam kehidupan manusia. Kejujuran banyak
dicontohkan langsung oleh Rasulullah. Dapat kita ambil keteladanan dari Rasul
kita Nabi Muhammad saw. Yang memiliki sifat wajib bagi Rasul, salah satunya
“amanat” yang berarti dapat dipercaya. Mengapa dapat dipercaya ? Jawabannya
karena kejujuran. Amanat berarti kepercayaan, orang yang
dipercaya tidak pantas untuk melakukan kebohongan. Kejujuran adalah
bekal bagi kita untuk mendapatkan kepercayaan dari orang lain. Jika seseorang
telah memiliki kejujuran maka sesuatu yang wajar jika bila orang tersebut dapat
dipercaya, diberi amanat , oleh orang banyak. Dan amanat itu sendiri akan
disampaikan kepada yang berhak menerimanya, bukan kepada orang yang tidak
berhak menerimanya. Orang yang jujur jugalah yang akan tenang dalam menjalani
hidup di dunia yang fana ini. Betapa hancurnya dunia akan sangat terasa apabila
mayoritas orang-orang yang jujur sangat sedikit.
Jujur
memang suatu kegiatan yang mudah, apalagi bagi kita yang memiliki iman dan
ketakwaan yang kuat kepada Allah. Tapi sangat sulit bagi mereka yang makanan
sehari-harinya berbohong . Kebohongan hanya akan membawa malapetaka bagi
kehidupan kita di dunia maupun di akhirat kelak. Sekali
berbohong ketahuan, maka jangan heran jka kepercayaan orang akan
luntur kepada kita.
Berperilaku
jujur, tidak akan merugikan kita. Justru banyak hal yang dapat kita ambil dari
kejujuran. Kejujuran membawa manfaat yang begitu banyak, antara lain dapat
membuat seseorang menjadi dapat dipercaya, disenangi orang lain, mudah mendapat
lapangan pekerjaan, dan yang paling penting adalah dicintai oleh Allah swt.
Kejujuran dapat memudahkan seseorang dalam mendapatkan pekerjaan karena
kejujuran adalah poin penting dari kepribadiaan seseorang yang dapat dijadikan
pedoman dalam menjalankan semua pekerjaannya.
2)Terbuka
Seseorang
mempunyai pandangan luas, terbuka, bebas dari praduga. Ia menyakini bahwa
prasangka, kebencian baik pribadi maupun golongan Ia tidak akan berusaha
memperoleh dugaan bagi buah pikirannya atas dasar prasangka. Ia akan terus
berusaha mengetahui kebenaran tentang alam, materi, moral, politik, ekonomi,
dan tentang hidup. Ia tidak akan meremehkan suatu gagasan baru. Ia akan
menghargai setiap gagasan baru dan mengujinya sebelum diterima atau ditolak, jadi
ia terbuka akan pendapat orang lain.
Keterbukaan
berarti memeberi peluang luar untuk masuk, dan menerima berbagai hal untuk
masuk, baik itu di bidang ilmu pengetahuan, teknologi dan kebudayaan, ideology,
paham dan aliran, ataupun ekonomi. Terbuka menerima kritik, saran, dan pendapat
orang lain dalam pergaulan. Tidak menutup diri dari pergaulan, keterbukaan dan
keterusterangan terhadp apa yang dipikirkan, diinginkan,
diketahui dan kesediaan menerima saran dan kritik dari orang lain.
3.
Toleran
Seseorang
tidak merasa bahwa dirinya paling benar, bahkan ia bersedia mengakui bahwa
oprang lain mungkin lebih benar. Dalam menambah ilmu pengetahuan ia bersedia
belajar dari orang lain, membandingkan pendapatnya dengan pendapat orang lain,
ia memiliki tenggang rasa atau sikap toleran yang tinggi, jauih dari sikap
angkuh. Toleransi adalah suatu sikap atau perilaku manusia yang tidak
menyimpang dari aturan, di mana seseorang menghargai atau menghormati setiap
tindakan yang orang lain lakukan. Sikap toleransi sangat perlu dikembangkan
karena manusai adalah makhluk sosial dan akan menciptakan adanya kerukunan
hidup. Dan cara memelihara toleransi, antara lain:
· Ciptakan
kenyamanan
· Kenailah
intoleransi ketika anak terbuka terhadapnya
· Menolak
sikap intoleransi yang dilakukan anak
· Dukung
anak anda ketika mereka korban dari sikap intoleransi
· Bantu
perkembangan sebuah pengalaman yang sehatdan identitas kelompok
· Tampilkan
barang-barang pajangan yang mengandung unsure perbedaaan budaya di rumah anda
· Beri
kesempatan pada anak-anak untuk berinteraksi dengan orang-orang yang berbeda
dengan mereka
· Dorong
anak-anak untuk mendatangi sumber-sumber yang ada di lingkungan sekitar
· Jujurlah
terhadap perbedaan-perbedaan
· Berikan
contoh pada orang lain
4.
Skeptis
Skeptis
adalah sikap kehati-hatian dan kritis dalam memperoleh informasi, tidak sinis
tetapi meragukan kebenaran informasi sebelum teruji yang didukung oleh data
fakta yang kuat sehingga dalam membuat pernyataan, keputusan atau kesimpulan
tidak keliru.
Seseorang mencari kebenaran akan
bersikap hati-hati, meragui, dan skeptis. Ia akan menyelidiki bukti-bukti yang
melatarbelakangi suatu kesimpulan. Ia tidak akan sinis tetapi kritis untuk
memperoleh data yang menjadi dasar suatu kesimpulan itu. Ia tidak akan menerima
suatu kesimpulan tanpa didukung bukti-bukti yang kuat. Sikap skeptis ini perlu
dikembangkan oleh orang yang berniat memecahkan masalah. Bila ia tidak kritis
mengenai setiap informasi yang ia peroleh, mungkin ada informasi yang salah
hingga menimbulkan akibat suatu kesimpulan yang salah. Karena itu, setiap
informasi perlu diuji kebenarannya.
Kata
apatis diartikan sebagai sikap acuh tidak acuh; tidak peduli; masa bodoh. Lalu
pertanyaannya apa bedanya dengan skeptis? Sepintas keduanya memiliki kesamaan
arti dan maksud dimana skeptis berarti sikap curiga, tidak mudah percaya, dan
bersikap hati-hati atas tindakan orang lain. Orang menjadi acuh tak acuh dan
tidak peduli karena ia terlanjur tidak percaya. Kehati-hatian dan curiga
akhirnya menjadi sikap dasar seseorang. Bagaimanakah sikap apatis dan skeptis
dipadukan sehingga menajdi dan menghasilkan sebuah sikap yang kreatifa dan
bersifat konstrukstif. Sikap apatis dan skeptis itu ada dan selalu mewarnai
hidup manusia modern sekarang ini. Bahkan ada yang mengkampenyekannya secara
terbuka dengan berbagai produk undang-undang tentang hak asasi manusia dan
kebebasan. Orang seharusnya apatis dengan sesuatu yang bukan merupakan persoalan
dan ruang tanggungjawabnya. Sebagai contoh aparat pemerintah negara seharusnya
apatis dan tidak boleh mencampuri urusan pribadi seseorang seperti soal
kehidupan iman dan moral. Atau seorang pemimpin agama tidak berhak untuk
memasukkan ayat-ayat kitab sucinya dalam sebuah undang-undang atau peraturan
daerah tertentu. Singkatnya orang harus apatis untuk sesuatu yang bukan
merupakan wewenang dan tanggungjawabnya. Selain itu orang harus bersikap
skeptis untuk berbagai hal. Segala sesuatu harus dipertanyakan, diminta
klarifikasi dan penjelasan yang akurat. Dengan bersikap skeptis kita dapat
menemukan titik terang, kepastian dan kebenaran. Walau demikian kita tidak bisa
selamanya hidup dalam sikap apatis dan skeptis. Konteks kapan dan dimana kita
berada hendaknya menjadi bahan pertimbangan
sumber: http://kelompok1iad.blogspot.co.id/2014/11/sikap-ilmiah_15.html
Ø Teknologi
·
Pengertian
Teknologi
Pengertian Teknologi –
Pengertian Teknologi sebenarnya berasal dari kata Bahasa Perancis yaitu “La
Teknique“ yang dapat diartikan dengan ”Semua proses yang dilaksanakan dalam
upaya untuk mewujudkan sesuatu secara rasional”. Dalam hal ini yang dimaksudkan
dengan sesuatu tersebut dapat saja berupa benda atau konsep, pembatasan cara
yaitu secara rasional adalah penting sekali dipahami disini sedemikian pembuatan
atau pewujudan sesuatu tersebut dapat dilaksanakan secara berulang (repetisi).
Teknologi dalam
arti ini dapat diketahui melalui barang-barang, benda-benda, atau alat-alat
yang berhasil dibuat oleh manusia untuk memudahkan dan menggampangkan realisasi
hidupnya di dalam dunia. Hal mana juga memperlihatkan tentang wujud dari karya
cipta dan karya seni (Yunani techne) manusia selaku homo technicus. Dari sini
muncullah istilah “teknologi”, yang berarti ilmu yang mempelajari tentang
“techne” manusia. Tetapi pemahaman seperti itu baru memperlihatkan satu segi
saja dari kandungan kata “teknologi”. Teknologi sebenarnya lebih dari sekedar
penciptaan barang, benda atau alat dari manusia selaku homo technicus atau homo
faber. Teknologi bahkan telah menjadi suatu sistem atau struktur dalam
eksistensi manusia di dalam dunia. Teknologi
bukan lagi sekedar sebagai suatu hasil dari daya cipta yang ada dalam kemampuan
dan keunggulan manusia, tetapi ia bahkan telah menjadi suatu “dayapencipta”
yang berdiri di luar kemampuan manusia, yang pada gilirannya kemudian membentuk
dan menciptakan suatu komunitas manusia yang lain.
Teknologi juga
penerapan keilmuan yang mempelajari dan mengembangkan kemampuan dari suatu
rekayasa dengan langkah dan teknik tertentu dalam suatu bidang. Teknologi
merupakan Aplikasi ilmu dan engineering untuk mengembangkan mesin dan prosedur
agar memperluas dan memperbaiki kondisi manusia atau paling tidak memperbaiki
efisiensi manusia pada beberapa aspek.
·
Ciri-ciri Fenomena Teknik Pada
Masyarakat
Fenomena teknik pada
masyarakat teknik, menurut Sastrapratedja (1980) memiliki ciri-ciri sebagia
berikut :
1. Rasionalistas, artinya
tindakan spontan oleh teknik diubah menjadi tindakan yang direncanakan dengan
perhitungan rasional
2. Artifisialitas, artinya
selalu membuat sesuatu yang buatan tidak alamiah
3. Otomatisme, artinya dalam
hal metode, organisasi dan rumusan dilaksanakan secara otomatis. Demikian juga
dengan teknik mampu mengeliminasikan kegiatan non teknis menjadi kegiatan
teknis
4. Teknik berkembang pada
suatu kebudayaan
5. Monisme, artinya semua
teknik bersatu, saling berinteraksi dan saling bergantung
6. Universalisme, artinya
teknik melampaui batas-batas kebudayaan dan ediologi, bahkan dapat menguasai
kebudayaan
7. otonomi artinya teknik
berkembang menurut prinsip-prinsip sendiri.
Sumber : https://fikalpratama.wordpress.com/2014/01/19/pertentangan-sosial-dan-integrasi-masyarakat-ilmu-pengetahuan-teknologi-dan-kemiskinan-dan-agama-dan-masyarakat/
·
Ciri- ciri
Teknologi Barat
1. Bersifat
Intensif pada semua kegiatan manusia
2. Cenderung
bergantung pada sifat ketergantungan
3. Selalu
berpikir bahwa barat adalah pusat dari segala teknologi
Sumber : https://fikalpratama.wordpress.com/2014/01/19/pertentangan-sosial-dan-integrasi-masyarakat-ilmu-pengetahuan-teknologi-dan-kemiskinan-dan-agama-dan-masyarakat/
Ø Kemiskinan
· Pengertian kemiskinan
Kemiskinan adalah keadaan dimana terjadi
ketidakmampuan untuk memenuhi kebutuhan dasar seperti makanan , pakaian ,
tempat berlindung, pendidikan, dan kesehatan. Kemiskinan dapat disebabkan oleh
kelangkaan alat pemenuh kebutuhan dasar, ataupun sulitnya akses terhadap
pendidikan dan pekerjaan. Kemiskinan merupakan masalah global. Sebagian orang
memahami istilah ini secara subyektif dan komparatif, sementara yang lainnya
melihatnya dari segi moral dan evaluatif, dan yang lainnya lagi memahaminya
dari sudut ilmiah yang telah mapan.
Kemiskinan dipahami dalam berbagai cara.
Pemahaman utamanya mencakup:
Gambaran kekurangan materi, yang biasanya
mencakup kebutuhan pangansehari-hari, sandang, perumahan, dan pelayanan
kesehatan. Kemiskinan dalam arti ini dipahami sebagai situasi kelangkaan
barang-barang dan pelayanan dasar.
Gambaran tentang kebutuhan sosial, termasuk
keterkucilan sosial, ketergantungan, dan ketidakmampuan untuk berpartisipasi
dalam masyarakat. Hal ini termasuk pendidikan dan informasi. Keterkucilan
sosial biasanya dibedakan dari kemiskinan, karena hal ini mencakup
masalah-masalah politik dan moral, dan tidak dibatasi pada bidang ekonomi.
Gambaran tentang kurangnya penghasilan dan
kekayaan yang memadai. Makna “memadai” di sini sangat berbeda-beda melintasi
bagian-bagian politikdan ekonomi di seluruh dunia.
· Ciri-ciri manusia yang hidup di bawah garis kemiskinan
mereka yang hidup dibawah garis kemiskinan
memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
Tidak memiliki factor-faktor produksi
sendiri seperti tanah, modal, ketrampilan.
DllTidak memiliki kemungkinan untuk memperoleh
asset produksi dengan kekuatan
sendiri, seperti untuk memperoleh tanah garapan
ataua modal usahaTingkat pendidikan mereka rendah, tidak sampai taman SD.
Kebanyakan tinggal di desa sebagai pekerja bebas
Banyak yang hidup di kota berusia muda, dan
tidak mempunyai ketrampilan.
·
Fungsi Miskin
Pertama : adalah menyediakan tenaga kerja untuk
pekerjaan kotor, tidak terhormat, berat, berbahaya, tetapi di bayar murah.
Kedua : kemiskinan adalah menambah atau
memperpanjang nilai guna barang atau jasa. Baju bekas yang sudah tidak terpakai
dapat di jual ( atau dengan bangga di katakan ” di infakan ”)kepada orang-orang
miskin.
Ketiga : kemiskinan adalah mensubsidi berbagai
kegiatan ekonomi yang menguntungkan orang-orang kaya. Pegawai-pegawai kecil,
karena di bayar murah, petani tidak boleh menaikan harga beras mereka untuk
mensubsidi orang-orang kota.
Kempat : kemiskinan adalah menyediakan lapangan
kerja,bagaimana mungkin orang miskin memberikan lapangan kerja ? karena ada
orang miskin lahirlah pekerjaan tukang kredit ( barang atau uang )
aktivis-aktivis LSM ( yang menyalurkan dana dari badan-badan internasional
lewat para aktivis yang belum mendapatkan pekerjaan kantor ) belakangan kita
tahu bahwa tidak ada komunitas yang paling laku di jual oleh negara ketiga di
pasaran internasional selain kemiskinan.
Kelima : kemiskinan adalah memperteguh status
sosial orang-orang kaya, perhatikan jasa orang miskin pada perilaku orang-orang
kaya baru. Sopir yang menemaninya memberikan label bos kepadanya.Nyonya-nyonya
dapat menunjukan kekuasaannya dengan memerintah inem-inem mengurus rumah
tangganya.
BAB 10 Agama dan
Masyarakat
Setiap manusia yang hidup didunia pasti memiliki
kepercayaan dan keyakinannya masing-masing. Kepercayaan tersebut dinamakan
dengan istilah agama. Pada hakikatnya kehidupan yang dilakukan oleh manusia
selalu berhubungan dengan agama. Karena dalam setiap agama telah diatur tata
cara kehidupan yang baik supaya para pelakonnya mendapatkan keselamatan di
dunia serta di akhirat. Setiap agama menganjurkan kepada setiap pemeluknya
untuk selalu melakukan perbuatan baik sesuai dengan yang diperintahkan oleh
agamanya masing-masing. Dalam kehidupan bermasyarakat terdapat beraneka ragam
agama yang dimiliki oleh setiap sekelompok manusia. Tentunya semua agama yang
dianut tersebut merujuk pada suatu kebaikan kecuali agama yang tidak jelas
asal-usulnya atau dapat dikatakan agama yang menyimpang.
Ø Fungsi Agama Dalam Masyarakat
Indonesia memiliki banyak sekali budaya dan adat istiadat yang juga berhubungan
dengan masyarakat dan agama. Dari berbagai budaya yang ada di Indonesia dapat
dikaitkan hubungannya dengan agama dan masyarakat dalam melestraikan budaya.
Masyarakat juga turut mempunyai andil yang besar dalam melestarikan budaya,
karena masyarakatlah yang menjalankan semua perintah agama dan ikut menjaga
budaya agar tetap terpelihara. Dalam hal fungsi, masyarakat dan agama itu
berperan dalam mengatasi persoalan-persoalan yang timbul di masyarakat yang
tidak dapat dipecahakan secara empiris karena adanya keterbatasan kemampuan dan
ketidakpastian. Oleh karena itu, diharapkan agama menjalankan fungsinya
sehingga masyarakat merasa sejahtera, aman, dan stabil. Agama dalam masyarakat
bisa difungsikan sebagai berikut:
1) Fungsi Edukatif
Agama memberikan bimbingan dan pengajaaran dengan
perantara petugas-petugasnya (fungsionaris) seperti syaman, dukun, nabi, kiai,
pendeta imam, guru agama dan lainnya, baik dalam upacara (perayaan) keagamaan,
khotbah, renungan (meditasi) pendalaman rohani, dsb.
2) Fungsi Penyelamatan
Bahwa setiap manusia menginginkan keselamatan baik dalam
hidup sekarang ini maupun sesudah mati. Jaminan keselamatan ini hanya bisa
mereka temukan dalam agama. Agama membantu manusia untuk mengenal sesuatu “yang
sakral” dan “makhluk tertinggi” atau Tuhan dan berkomunikasi dengan-Nya.
Sehingga dalam yang hubungan ini manusia percaya dapat memperoleh apa yang ia
inginkan.
3) Fungsi Pengawasan Sosial
Agama meneguhkan kaidah-kaidah susila dari adat yang
dipandang baik bagi kehidupan moral warga masyarakat. Agama mengamankan dan
melestarikan kaidah-kaidah moral (yang dianggap baik) dari serbuan destruktif
dari agama baru dan dari sistem hukum negara modern.
4) Fungsi Memupuk Persaudaraan
Kesatuan persaudaraan berdasarkan kesatuan sosiologis
ialah kesatuan manusia-manusia yang didirikan atas unsur kesamaan. Kesatuan
persaudaraan berdasarkan ideologi yang sama, seperti liberalisme, komunisme,
dan sosialisme. Kesatuan persaudaraan berdasarkan sistem politik yang sama. Bangsa-bangsa
bergabung dalam sistem kenegaraan besar, seperti NATO, ASEAN dll. Kesatuan
persaudaraan atas dasar se-iman, merupakan kesatuan tertinggi karena dalam
persatuan ini manusia bukan hanya melibatkan sebagian dari dirinya saja
melainkan seluruh pribadinya dilibatkan dalam satu intimitas yang terdalam
dengan sesuatu yang tertinggi yang dipercayai bersama
5) Fungsi Transformatif
Fungsi transformatif disini diartikan dengan mengubah
bentuk kehidupan baru atau mengganti nilai-nilai lama dengan menanamkan
nilai-nilai baru yang lebih bermanfaat. Sedangkan menurut
Thomas F., enam fungsi agama dan masyarakat
yaitu:
a. Sebagai pendukung, pelipur lara, dan
perekonsiliasi.
b. Sarana hubungan
transendental melalui pemujaan dan upacara keagamaan.
c. Penguat norma-norma dan
nilai-nilai yang sudah ada.
d.
Pengoreksi fungsi yang sudah ada.
e. Pemberi identitas diri.
f. Pendewasaan agama.
· Dimensi Komitmen Agama
1) Dimensi Ritual
Dimensi ritual dapat menjelaskan komitmen keagamaan
melalui tingkah laku yang diharapkan akan muncul pada diri manusia yang
menyatakan keyakinan mereka pada agama yang mereka anut.
2) Dimensi Keyakinan
Dimensi Keyakinan atau yang biasa disebut doktrin
merupakan dimensi yang paling mendasar dari agama karena menjelaskan seberapa
besar manusia memegang kepercayaan terhadap agama yang dianut dan menerima hal
– hal yang ada di dalam agama mereka.
3) Dimensi Pengetahuan
Dimensi pengetahuan adalah dimensi yang menjelaskan
tentang seberapa jauh seseorang mengenal dan menegtahui hal – hal mengenai
agama yang mereka yakini seperti latar belakang ajaran agama tersebut.
4) Dimensi Perasaan
Dimensi perasaan menjelaskan tentang dunia mental dan
emosional seseorang dan keinginan untuk mempercayai suatu agama serta takut
bila tak menjadi orang yang beragama.
5) Dimensi Konsekuensi
Dimensi konsekuensi menjelaskan tentang tingkah laku
seseorang, tetapi berbeda dengan dimensi ritual karena tingkah laku yang
dimaksud adalah hal – hal yang terjadi di dalam kehidupan sehari – hari dan
muncul akibat motivasi dari agama mereka.
sumber
: https://fikalpratama.wordpress.com/2014/01/19/pertentangan-sosial-dan-integrasi-masyarakat-ilmu-pengetahuan-teknologi-dan-kemiskinan-dan-agama-dan-masyarakat/
Ø Pelembagaan Agama
· 3 Tipe Kaitan Agama dengan Masyarakat
1) Masyarakat yang terbelakang dan
nilai-nilai sakral atau masyarakat yang terisolasi.
2) Masyarakat-masyarakat pra-industri yang
sedang berkembang yang tak terisolasi.
3) Masyarakat yang bisa terisolasi dan bisa
juga tak terisolasi.
· Definisi Pelembagaan Agama
Lembaga agama adalah suatu organisasi yang disahkan oleh pemerintah dan
berjalan menurut keyakinan yang dianut oleh masing-masing agama. Penduduk
Indonesia pada umumnya telah menjadi penganut formal salah satu dari lima agama
resmi yang diakui pemerintah. Pengertian pelembagaan agama itu sendiri ialah
apa dan mengapa agama ada, unsur-unsur, dan bentuknya serta fungsi struktur
agama.
· Fungsi Pelembagaan Agama
Lembaga keagamaan yang ada di Indonesia pada umumnya
berfungsi sebagai berikut:
1)
Tempat untuk membahas dan menyelesaikan segala masalah yang menyangkut
keagamaan.
2)
Memelihara dan meningkatkan kualitas kehidupan beragama umat yang bersangkutan.
3)
Memelihara dan meningkatkan kerukunan hidup antar umat yang bersangkutan.
4)
Mewakili umat dalam berdialog dan mengembangkan sikap saling menghormati serta
kerjasama dengan umat beragama lain.
5)
Menyalurkan aspirasi umat kepada pemerintah dan menyebarluaskan kebijakan
pemerintah kepada umat.
6)
Wahana silaturrahmi yang dapat menumbuhkan rasa persaudaraan dan kekeluargaan.
sumber:https://fikalpratama.wordpress.com/2014/01/19/pertentangan-sosial-dan-integrasi-masyarakat-ilmu-pengetahuan-teknologi-dan-kemiskinan-dan-agama-dan-masyarakat/
Ø Agama Konflik dan Masyarakat
· Contoh Kasus Konflik Tentang Agama Yang Ada dalam Masyarakat
Perbedaan konsepsi di antara agama-agama yang ada adalah sebuah realitas, yang
tidak dapat dimungkiri oleh siapa pun. Perbedaan bahkan benturan konsepsi itu
terjadi pada hampir semua aspek agama, baik di bidang konsepsi tentang
Tuhan maupun konsepsi pengaturan kehidupan. Hal ini dalam prakteknya, cukup
sering memicu konflik fisik antara umat berbeda agama.
Konflik Maluku, Poso, ditambah sejumlah kasus terpisah di berbagai tempat
di mana kaum Muslim terlibat konflik secara langsung dengan umat Kristen adalah
sejumlah contoh konflik yang banyak dipicu oleh perbedaan konsep di
antara kedua agama ini. Perang Salib (1096-1271) antara umat Kristen Eropa dan
Islam, pembantaian umat Islam di Granada oleh Ratu Isabella ketika mengusir
Dinasti Islam terakhir di Spanyol, adalah konflik antara Islam dan Kristen yang
terbesar sepanjang sejarah. Catatan ini, mungkin akan bertambah panjang, jika
intervensi Barat (Amerika dan sekutu-sekutunya) di dunia Islam dilampirkan pula
di sini. Kasus-kasus ini merupakan contoh dari tidak adanya saling menghargai
dan toleransi sesama umat beragama. Seharusnya kasus konflik seperti ini tidak
terjadi lagi dalam era modern seperti sekarang. Hal ini hanya akan menimbulkan
hambatan-hambatan dalam kehidupan masing-masing masyarakat, dimana seharusnya
masyarakat saling membantu untuk memajukan bangsa, bukan saling menghancurkan.
Sesungguhnya sikap yang seperti itu hanya akan memperburuk keadaan bangsa
Sumber : https://fikalpratama.wordpress.com/2014/01/19/pertentangan-sosial-dan-integrasi-masyarakat-ilmu-pengetahuan-teknologi-dan-kemiskinan-dan-agama-dan-masyarakat/

Komentar
Posting Komentar