TUGAS 2
(Audit Teknologi Sistem Informasi)
Nama : Maria Febrianti Gaso Badeoda(18116098)
Nama : Maria Febrianti Gaso Badeoda(18116098)
Kelas : 4ka19
UNIVERSITAS
GUNADARMA
1.
Sebutkan dan Jelaskan 5 Prinsip
Dasar Dari COBIT 5
1.
Meeting Stakeholder Needs.
Setiap pemangku kepentingan organisasi memiliki kebutuhan akan keberadaan
sistem dan teknologi informasi dalam konteksnya yang beragam. Ada yang
mengharapkan terjadinya efisiensi, bertambahnya revenue, semakin
transparansinya pengelolaan aset, memperbaiki kendali/control process,
meningkatkan utilisasi pegawai, memberdayakan sumber daya manusia, dan lain
sebagainya. Ini adalah prinsip utama dari governance, dimana keberadaan
sistem dan teknologi informasi tidak boleh lepas dari konteks kebutuhan dan
harapan pemangku kepentingan tertinggi dalam organisasi atau perusahaan
(pemilik dan pimpinannya).
2. Covering Enterprise End-to-End. Informasi
sebagai asset penting organisasi dibutuhkan oleh seluruh unit organisasi, dari
yang berada dalam domain proses hulu (dekat dengan pemasok bahan baku) hingga
ke domain proses hilir (dekat dengan pelanggan). Setiap proses di dalam
organisasi pasti membutuhkan informasi, mengolahnya, dan kemudian menghasilkan
informasi baru bagi kebutuhan proses selanjutnya. Oleh karena itulah maka domain
governance harus memperhatikan kenyataan ini sehingga pendekatan yang
dipergunakan perlu utuh dan lengkap, di segala lini proses dan unit organisasi.
3. Applying a Single Integrated Framework. Saat
ini, begitu banyak standar best practice di bidang manajemen dan governance
teknologi informasi yang dikenal di industri dan diadopsi beranekaragam
organisasi maupun perusahaan, seperti: ISO-38500, TOGAF, ITIL, ISO-20000,
ISO-27001, PMBOK, CMMI, dan lain sebagainya. Dalam konteks ini, Cobit telah
mempertimbangkan dan mengadopsi berbagai kerangka dan konsep best practice
tersebut ke dalam prinsip, model, dan strukturnya. Sehingga dapat dikatakan
bahwa Cobit secara lengkap dan terpadu mengintegrasikan keseluruhan kerangka best
practice tersebut.
4.
Enabling a Holistic Approach.
Isu governance tidak bias dilihat sepotong-sepotong, dalam arti kata
hanya memandangnya dari satu sisi perspektif saja. Governance merupakan
suatu tatanan konsep yang berkaitan dengan sejumlah dimensi, seperti:
kebijakan, proses, sumber daya, fasilitas, teknologi, kultur, dan lain
sebagainya. Masing-masing domain ini mampu menjadi pemicu (enabler) bagi
terselenggarakannya praktek governance yang efektif tergantung dari
situasi dan konteks organisasi.
5.
Separating governance from management.
Cukup banyak pihak-pihak yang mencampur adukkan kedua konsep yang secara
prinsip dan hakiki berbeda ini. Di Negara yang kebanyakan organisasi atau
perusahaannya menggunaka nbentuk two-layer system (misalnya: Komisaris
dan Direksi), sangat penting untuk membedakan dan memisahkan pengertian governance
dengan manajemen karena keduanya memiliki tujuan, alasan, dan karakteristik
yang berbeda secara signifikan. Jika manajemen lebih menekankan pada rangkaian
menjalankan aktivitas untuk pencapaian visi, misi, dan obyektif organisasi yang
telah dicanangkan, governance lebih fokus pada cara-cara pencapaian
visi, misi, dan obyektif tersebut yang sejalan dengan prinsip-prinsip nilai (value)
yang dianut oleh pemilik perusahaan seperti transparansi, akuntabilitas,
responsibilitas, dan lain sebagainya.
2. Sebutkan dan Jelaskan 4 Domain
Pada Proses Manajemen Cobit 5
1.
Align,
Plan, and Organize (APO) –
Penyelarasan, Perencanaan, dan Pengaturan ·
- Build, Acquare, and Implement (BAI) – Membangun, Memperoleh, dan Mengimplementasikan
- Deliver, Service and Support (DSS) – Mengirimkan, Layanan, dan Dukungan ·
- Monitor, Evaluate, and Assess (MEA) – Pengawasan, Evaluasi, dan Penilaian
3. Sebutkan Kelebihan COBIT 5
a. Efektif dan Efisien Berhubungan dengan informasi yang relevan dan
berkenaan dengan proses bisnis, dan sebaik
mungkin informasi dikirim tepat waktu, benar, konsisten, dan berguna.
b. Rahasia Proteksi terhadap informasi yang sensitif dari akses yang
tidak bertanggung jawab.
c. Integritas Berhubungan
dengan ketepatan dan kelengkapan dari sebuah informasi.
d. Ketersediaan Berhubungan dengan tersedianya informasi
ketika dibutuhkan oleh proses bisnis sekarang dan
masa depan.
e. Kepatuhan Nyata Berhubungan dengan
penyediaan informasi yang sesuai untuk manajemen
4. Jelaskan Masing-masing Dari 5
Bagian ITIL V3
1.
Service
Strategy Service Strategy merupakan inti dari siklus hidup ITIL.
Memberi panduan bagaimana merancang dan mengimplementasikan layanan TI sebagai
bagian dari aset strategis perusahaan. Service Strategy mendefinisikan
konsep utama dari ITIL, sebagai panduan dasar dalam
perancangan keseluruhan siklus hidup ITIL. Service Strategy memberikan panduan dalam pengembangan Service Design, Service Transition, Service Operation
dan Continual Service Improvement.
- Service Design Service Design memberikan arahan untuk perancangan dan pengembangan layanan serta proses-proses manajemen layanan, mencakup prinsip dan metode untuk menerjemahkan tujuan strategis kedalam portfolio layanan dan aset layanan. Service Design dimulai dari pengaturan kebutuhan bisnis hingga selesainya pengembangan dari perancangan solusi layanan. T
- Service Transition Service Transition fokus pada seluruh aspek layanan, memberikan arahan pengembangan dan perbaikan untuk transisi layanan baru atau perubahan layanan. Merupakan implementasi dan adaptasi dari Service Design. Service Transition merencanakan dan mengkordinasikan sumber daya (resource) sehingga menjamin kebutuhan dari Service Strategy yang dituliskan dalam Service Design untuk dirilis pada Service Operation Service Transition yang memberikan panduan kepada perusahaan untuk mengelola segala bentuk perubahan yang terjadi pada layanan dan proses manajemen layanan agar dapat mengontrol resiko dari perubahan.
4.
Service
Operation Service Operation memberi
panduan dalam implementasi dari manajemen operasi layanan. Service Operation menyampaikan layanan kepada
pelanggaran dan mengatur aplikasi, teknologi dan infrastruktur yang mendukung
penyampaian layanan. Merupakan tahap yang menyampaikan nilai layanan kepada
bisnis secara langsung. Service Strategy
mendefinisikan nilai yang akan disampaikan pada layanan, Service Design mendefinisikan bagaimana merancang
layanan agar dapat menyampaikan suatu nilai, Service Transition mengubah
rancangan menjadi layanan yang sebenarnya, Service Operation menjamin
bahwa layanan dan nilai dari layanan dapat tersampaikan.
5.
Continual
Service Improvement Continual
Service Improvement berkaitan dengan perbaikan nilai
kepada pelanggan melalui evaliasi yang berkelanjutan dan perbaikan dari
kualitas layanan. Continual Service Improvement mengkombinasikan
antara prinsip, praktis dan metode dari manajemen kualitas, manajemen
perubahan, memperbaiki kapabilitas, memperbaiki setiap tahap dari siklus hidup ITIL, mulai dari layanan, proses, aktifitas dan
teknologi yang berjalan
5. Sebutkan Kelebihan ITIL V3
1.
Pelayanan ITIL yang sudah terbukti dan digunakan secara
global
- Peningkatan kepuasan dan hubungan pelanggan dengan perusahaan
- Kualitas layanan yang lebih baik
- Optimalisasi penyediaan layanan di seluruh supply chain
- Keunggulan kompetitif melalui value creation dan agile change
- Produktifitas yang lebih baik bagi perusahaan
- Peningkatan quality control
- Pemanfaatan skill dan pengalaman dari karyawan dengan lebih maksimal
- Pemanfaatan standar industri untuk penyediaan layanan TI berkualitas tinggi sesuai dengan implentasi perusahaan berskala kecil maupun berskala besar
6. Jelaskan Apa Itu ISACA, IIASI,
dan COSO
1.
ISACA (The
Information Systems Audit and Control Association) adalah suatu organisasi profesi internasional di bidang tata
kelola teknologi informasi. Dalam tiga dekade terakhir, ISACA telah
berkembang pesat. Hal ini ditandai dengan dijadikannya ISACA sebagai acuan
praktik-praktik terbaik dalam hal audit, pengendalian dan keamanan sistem
informasi oleh para profesional di seluruh dunia.
- IIASI yaitu merupakan standar untuk praktik
profesional audit internal yang terdiri atas 3 bagian yaitu :
Attribute Standards ( atribut organisasi dalam individu yang terlibat
dalam audit ), Performance Standards ( karakteristik kegiatan audit
internal dan kriteria kualitas yang diguakan dalam pengukuran,
Implementation Standards ( standar penerapan tipe audit di berbagai
industry dan area spesialis tertentu
- COSO merupakan singkatan dari Comittee of Sponsoring Organization of treadway Commision, yaitu suatu inisiatif dari sektor swasta yang dibentuk pada tahun 1985. COSO merupakan model pengendalian internal yang banyak digunakan oleh auditor sebagai dasar untuk mengevaluasi dan mengembangkan pengendalian internal. Struktur pengendalian internal COSO dikenal sebagai kerangka kerja pengendalian internal yang terintegrasi dan memiliki lima komponen yang saling berhubungan. Komponen ini didapat dari cara manajemen dalam menjalankan bisnisnya dan terintegrasi dengan proses manajemen. Komponen pengendalian COSO antara lain meliputi:
a. Lingkungan Pengendalian Tindakan atau
kebijakan manajemen yang mencerminkan sikap manajemen puncak secara keseluruhan
dalam pengendalian manajemen.
- Penilaian Risiko Tindakan manajemen untuk mengidentifikasi dan menganalisis risiko-risiko yang relevan dalam penyusunan laporan keuangan dan perusahaan secara umum.
- Aktivitas Pengendalian Kebijakan dan prosedur, selain yang sudah termasuk dalam empat komponen lainnya, yang membantu memastikan bahwa tindakan yang diperlukan telah diambil untuk menangani risiko guna mencapai tujuan entitas.
- Informasi dan Komunikasi Tindakan untuk mencatat, memproses dan melaporkan transaksi yang sesuai untuk menjaga akuntabilitas.
- Pemantauan Penilaian terhadap mutu pengendalian internal secara berkelanjutan maupun periodik untuk memastikan pengendalian internal telah berjalan dan telah dilakukan penyesuaian yang diperlukan sesuai kondisi yang ada.
7. Sebutkan dan Jelaskan Tujuan
Pengendalian Internal
a. Tujuan tujuan operasi yang berkaitan dengan efektivitas dan
efisiensi operasi. Bahwa pengendalian internal dimaksudkan untuk meningkatkan
efektifitas dan efisiensi dari semua operasi perusahaan sehingga dapat
mengendalikan biaya yang bertujuan untuk mencapai tujuan organisasi.
b.
Tujuan-tujuan pelaporan. Bahwa
pengendalian internal dimaksudkan untuk meningkatkan keandalan data serta
catatan catatan akuntansi dalam bentuk laporan keuangan dan laporan manajemen
sehingga tidak menyesatkan pemakai laporan tersebut dan dapat diuji
kebenarannya.
c.
Tujuan-tujuan ketaatan terhadap
hukum dan peraturan yang berlaku. Bahwa pengendalian internal dimaksudkan untuk
meningkatkan ketaatan entitas terhadap hukum hukum dan peraturan yang telah
ditetapkan pemerintah, pembuat aturan terkait, maupun kebijakan kebijakan
entitas itu sendiri.
Ketiga tujuan
pengendalian internal tersebut merupakan hasil (output) dari suatu pengendalian
internal yang baik, yang dapat dicapai dengan memperhatikan unsur unsur
pengendalian internal yang merupakan proses untuk menghasilkan pengendalian
internal yang baik
8. Sebutkan dan Jelaskan Unsur-unsur
Pada Pengendalian Umum
1.
Pengendalian Organisasi dan
Manajemen
Meliputi pemisahan fungsi, kebijakan dan prosedur yang
berkaitan dengan fungsi pengendalian pada suatu perusahaan.
2.
Pengendalian terhadap Pengembangan
Pemeliharaan Sistem Aplikasi
Berfungsi untuk memperoleh keyakinan
bahwa sistem PDE telah dikembangkan dan dipelihara secara efisien dan ada
otorisasinya.
3.
Pengendalian terhadap Operasi
Sistem, meliputi :
a.
Sistem yang hanya digunakan untuk hal-hal yang telah diotorisasi
b. Akses menuju ke operasi komputer diijinkan
hanya kepada mereka yang telah memiliki
otorisasi
c. Program yang digunakan juga hanya untuk progam yang
telat diotorisasi pada pihak yang bersangkutan.
d. Kesalahan
pengolahan dapat dideteksi dan selanjutnya dapat dikoreksi
4.
Pengendalian terhadap Perangkat
Lunak Sistem
Berfungsi untuk meyakinkan bahwa perangkat lunak sistem
dimiliki dan dikembangkan secara efisien, serta telah diotorisasi.
5.
Pengendalian terhadap Entri Data dan
Program
Struktur otorisasi ditetapkan dengan jelas atas transaksi,
serat akses ke data dan si hanya kepada mereka yang memiliki otorisasi.
6.
Pengendalian terhadap Keamanan PDE
Menjaga PDE lain yang berhubungan dengan PDE bersangkutan,
misalnya digunakannya salinan cadangan (backups) di tempat yang
terpisah, prosedur pemulihan (recovery procedures) ataupun fasilitas
pengolahan di luar perusahaan dalam hal terjadi bencana.
9. Sebutkan dan Jelaskan Unsur-unsur
Pada pengendalian Aplikasi (3 saja)
- Pengendalian Atas Masukkan (Input) Pengendalian input merupakan salah satu tahap dalam sistem komputerisasi yang paling krusial dan mengandung resiko Resiko yang dihadapi misalnya ialah:
a. Data transaksi yang ditulis oleh pelaku transaksi salah.
- Kesalahan pengisian dengan kesengajaan disalahkan.
- Penulisan tidak jelas sehingga dibaca salah oleh orang lain (misalnya petugas yang harus meng-entry data tersebut ke komputer), khususnya bila yang diolah bukan dokumen aslinya, melainkan tembusan.Pengendalian Atas Pengolahan (Processing )
- Pengendalian proses (processing controls) ialah pengendalian intern untuk mendeteksi jangan sampai data (khususnya data yang sesungguhnya sudah valid) menjadi error karena adanya kesalahan proses.
- Pengendalian Atas Keluaran (Output )
Pengendalian
keluaran (output controls) ialah pengendalian intern untuk mendeteksi jangan
sampai informasi yang disajikan tidak akurat, tidak lengkap, tidak mutakhir
datanya, atau didistribusikan kepada orang- orang yang tidak berhak
Daftar Pustaka
http://darmansyah.weblog.esaunggul.ac.id/2012/10/26/pengendalian-pada-edp/
http://docplayer.info/35573038-1-iia-standards-2-coso-internal-control-standard-3-bs7799-and-iso-17799-it-security-4-itil-5-isaca-cobit-5.html
http://docplayer.info/35573038-1-iia-standards-2-coso-internal-control-standard-3-bs7799-and-iso-17799-it-security-4-itil-5-isaca-cobit-5.html
http://si.ittelkom-pwt.ac.id/2017/09/07/lima-prinsip-utama-it-governance/
Komentar
Posting Komentar